Benih ikan gabus (Channa striata) dan toman (Channa micropeltes) yang seragam adalah kunci keberhasilan pembesaran. Tanpa sampling dan sortasi rutin, kanibalisme bisa menekan kelulusan hidup hingga 40-60 persen dalam hitungan minggu. Karena itu, kedua kegiatan ini bukan pekerjaan tambahan, melainkan rutinitas wajib di kolam maupun bak fiber.
Kapan dan Bagaimana Sampling Dilakukan
Sampling sebaiknya dijadwalkan setiap 10-14 hari sekali, atau minimal sekali sebulan. Alat yang dibutuhkan sederhana: serokan halus (mesh 1-2 mm), ember plastik, timbangan digital ketelitian 0,1 gram, dan penggaris. Langkahnya:
- Kurangi air kolam hingga 30-40 persen agar benih terkonsentrasi.
- Ambil sampel acak 30-50 ekor dari beberapa titik, jangan hanya dari satu sudut.
- Timbang total dan hitung bobot rata-rata; ukur panjang total (mm) untuk melihat laju pertumbuhan.
- Catat dalam tabel mingguan: tanggal, jumlah sampel, bobot rata-rata, panjang rata-rata, dan suhu air.
Dari data ini, hitung Feeding Rate (FR) harian. Untuk benih gabus fase pendederan, FR 5-8 persen dari biomassa per hari sudah memadai, turun menjadi 3-5 persen saat menjelang pembesaran.
Teknik Sortasi yang Benar
Sortasi dilakukan setelah sampling, khususnya bila ditemukan selisih panjang antar individu lebih dari 30 persen. Ikan gabus dan toman adalah predator yang memangsa saudara yang lebih kecil, jadi gradasi ukuran harus dipisahkan.
Alat dan Cara
- Gunakan bak sortir bertingkat dengan celah saringan 5 mm, 10 mm, dan 15 mm.
- Pindahkan benih dengan serokan tanpa mengangkat terlalu tinggi agar tidak stres.
- Kelompokkan menjadi 2-3 kelas ukuran: kecil, sedang, besar.
- Setiap kelas dipelihara di kolam atau bak terpisah dengan kepadatan berbeda: 100-150 ekor/m² untuk benih kecil, 50-75 ekor/m² untuk yang sedang.
Hindari sortasi saat ikan sedang molting atau setelah pemberian pakan besar. Waktu terbaik adalah pagi (06.00-08.00) atau sore (16.00-17.00) saat suhu air stabil 26-30°C.
Manajemen Setelah Sortasi
Setelah dipisahkan, benih rentan stres dan luka. Berikan garam ikan dosis 1-2 gram per liter air selama 24 jam, lalu ganti 30 persen air. Puasakan 12 jam untuk mencegah infeksi pada luka akibat penanganan. Pakan diberikan kembali secara bertahap: 50 persen dosis normal pada hari pertama, lalu penuh pada hari ketiga. Tambahkan vitamin C 200-300 mg/kg pakan untuk mempercepat pemulihan.
Dengan sampling tiap dua minggu dan sortasi disiplin, keseragaman benih gabus dan toman bisa dijaga, kanibalisme turun signifikan, dan pertumbuhan lebih merata. Hasilnya, panen lebih seragam dan nilai jual benih maupun ikan konsumsi meningkat.