Menetaskan telur ikan gabus di kolam terpal bukan hal rumit jika suhu, pH, dan kebersihan air dikontrol ketat. Banyak pembudidaya gagal di tahap ini karena telur jamuran atau larva kelaparan pada hari kedua. Berikut panduan praktis dari persiapan kolam hingga benih siap tebar.
Persiapan Kolam Terpal dan Air
Gunakan terpal ukuran 2x1 meter dengan ketinggian air 30-40 cm. Isi air sumur atau air PDAM yang sudah diendapkan minimal 24 jam untuk membuang kaporit. Tambahkan garam ikan 200 gram per meter kubik dan daun ketapang kering 3-5 lembar sebagai antibakteri alami. Pasang aerator ringan, jangan kencang, karena telur gabus mudah terombang-ambing. Idealnya pH 6,5-7,5 dan suhu 26-30 derajat Celsius.
Cara Menetaskan Telur Gabus
Pilih telur dari induk yang sudah matang gonad, cirinya perut membesar dan lubang genital memerah. Setelah pemijahan, telur mengapung bergerombol dan bersifat adhesive. Pindahkan telur ke kolam terpal dengan kepadatan 1 gram telur per liter air, setara 2.000-3.000 butir.
- Tambahkan methylene blue 1 mg per liter untuk mencegah jamur Saprolegnia.
- Jaga aerasi lembut agar telur tidak menumpuk di dasar.
- Telur menetas dalam 24-36 jam pada suhu 28 derajat Celsius.
- Setelah menetas, matikan aerator 6 jam agar larva tidak lelah.
Penanganan Larva Hari Pertama
Larva gabus berukuran 3-4 mm, belum butuh pakan luar karena masih membawa kuning telur. Hindari mengganti air total pada hari pertama. Cukup sifon kotoran dengan selang kecil secara hati-hati. Kematian massal biasanya terjadi jika suhu turun drastis di bawah 25 derajat Celsius.
Pemberian Pakan Alami dan Buatan
Hari ketiga, larva mulai berenang aktif dan membutuhkan pakan. Berikan kutu air (Daphnia atau Moina) sebanyak 5-10 ekor per larva, tiga kali sehari. Jika kutu air sulit didapat, gunakan kuning telur rebus yang dihaluskan dan disaring, dosis 1 gram per 1.000 larva.
- Hari 5-7: beri cacing sutra atau artemia secukupnya.
- Hari 10: mulai latih pakan buatan berupa pelet halus 0,5 mm yang direndam air.
- Frekuensi pakan 4 kali sehari, pukul 07.00, 11.00, 15.00, dan 19.00.
Kepadatan larva dijaga maksimal 500 ekor per meter persegi sampai umur 14 hari. Setelah itu, sortir berdasarkan ukuran untuk mencegah kanibalisme yang agresif pada ikan gabus.
Kontrol Kualitas Air dan Penyortiran
Ganti air 20-30 persen setiap tiga hari. Cek amonia dengan test kit, jaga di bawah 0,5 mg per liter. Jika muncul bercak putih pada tubuh larva, naikkan garam ikan menjadi 500 gram per meter kubik. Pada umur 21 hari, benih berukuran 3-5 cm siap dipindah ke kolam pembesaran. Panen benih sebaiknya pagi hari saat suhu rendah untuk mengurangi stres.
Menetaskan telur ikan gabus di kolam terpal menuntut konsistensi suhu, kebersihan, dan pakan awal yang tepat. Dengan mengikuti dosis garam, methylene blue, serta jadwal pemberian pakan di atas, tingkat penetasan bisa mencapai 80-90 persen. Sisanya bergantung pada ketelitian Anda saat menyortir dan menjaga kualitas air setiap hari.